Wednesday, 1 December 2010

debat terbuka calon Presiden EM dan DPM UB 2011

Rabu, 1 Desember 2010.
Debat terbuka calon Presiden Em dan DPM UB 2010 digelar pada hari ini di gedung PPI Universitas Brawijaya Malang. Setiap calon memaparkan visi dan misi yang kemudian dilanjutkan sesi tanya jawab oleh para undangan dari semua BEM,DPM,LO yang ada di UB. Diharapkan dari acara ini mahasiswa lainnya dapat menentukan pilihan yang tepat pada saat pencoblosan kelak. Dari carta mereka menjawab pertanyaan dapat kita lihat kualitas dan kuantitasnya. Sayangnya, saya tidak mengikuti acara debat ini mulai awal. Pada saat saya hadir, sedang berlangsung debat antar kedua calon Presiden Eksekutif Mahasiswa. Calon pertama Arief Budi (FE 07) dan calon kedua Bobby Septyan (FT 07). Sebelumnya saya sama sekali belum pernah mengenal mereka, tapi dari cara menjawab tadi saya bisa menilai mana yang memiliki jiwa kepemimpinan serta dapat menarik perhatian massa.
Acara debat tertutup ini juga sedikit agak panas menjelang akhir sesi pertanyaan dari audiensi. Latar belakang pergerakan pun mulai diperlihatkan ke permukaan. Disebut-sebut, EM1 berasal dari pergerakan "putih" (KAMMI) sedangkan EM2 berasal dari gabungan "kuning,hijau dan mungkin yang lain juga" (PMII,HMI). Dimana dalam media kampanye yang dibuat oleh EM1 terdapat 7 calon DPM yang disebut-sebut dari satu golongan juga. Belum lagi warna background yang digunakan adalah warna kuning. Salah satu audiens berpendapat bahwa spanduk EM1 terkesan mendapat sponsor dari salah satu parpol. Namun semua itu dijawab dengan tegas tapi lembut oleh EM1. Tidak hanya itu, ada seorang audiens dari FT yang maju dan bertanya tetapi seolah-olah menjelek-jelekan EM2, namun setelah itu ia seolah menyindir-nyindir EM1. Pada saat itu saya mulai tahu pembagian manajemen forum yang mereka permainkan. Oh, ia "destroyer" rupanya. Yayaya, terlihat sekali perbedaan antar pendukung EM1 dengan EM2. Dimana menurut saya mereka juga mengatur posisi duduk agar tidak berdekatan. Hebat! saya ingin sekali bermain dalam sebuah forum seperti itu .(HAHAHA) Siapapun calonnya, dari manapun ia berasal, yang terpenting ia dapat profesional dalam mengemban amanahnya dan dapat membawa sebuah perubahan untuk Brawijaya kedepannya. Sukses untuk kalian para pemimpin bangsa !

Tuesday, 30 November 2010

thanks mind thanks for sharing :)

mereka menyebutnya anti omek

Sebagai seorang mahasiswa tidak asing lagi kita mendengar kata "OMEK" (organisasi ekstra kampus) yaitu dunia pergerakan mahasiswa yang saat ini memiliki pandangan negatif dari beberapa kalangan mahasiswa itu sendiri. Beberapa kalangan mahasiswa yang tidak setuju akan keberadaan omek ini beranggapan bahwa mahasiswa yang mengikuti omek biasanya memiliki kepentingan golongan dari omek yang mereka ikuti. Oleh karena itu secara tak sadar mereka membuat komunitas anti omek dalam kampus. Mahasiswa yang menganggap mereka anti omek biasanya mereka akan apatis pada saat pemilihan wakil mahasiswa untuk duduk di kelembagaan kampus. Desas-desus negatif omek pun sangat cepat merebak terlebih saat menjelang pemilu mahasiswa. Nah, masalahnya apakah mahasiswa yang menyebut dirinya anti omek itu telah benar-benar mengerti apa omek itu?
Omek yang sering beredar di tataran kampus dan masih terdengar gaungnya anatara lain KAMMI (Kesatuan Aksi mahasiswa Muslim Indonesia, HMI (Himpunan Mahasiswa Islam), PMII (Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia), GMNI (Gerakan mahasiswa Nasionalis Indonesia), dan sebagainya. Sebenarnya jika kita usut lagi apa sih tujuan dan manfaat dari keikutsertaan mahasiswa dalam omek? Coba deh searching tujuan dari omek itu sendiri apa sebenarnya. Sempat saya lihat dan dengarkan, sebenarnya tujuan dari setiap omek itu baik dan banyak manfaat yang bisa didapatkan saat mengikuti sebuah omek terlebih untuk mempelajari politik dalam tataran kampus. Sehingga tak bisa dipungkiri lagi, mahasiswa yang tergabung dalam omek biasanya memiliki kelebihan dalam mengelolah suatu organsasi dan menduduki posisi strategis dalam kampus.
Menurut saya alangkah baiknya sebagai mahasiswa yang belum benar-benar mengetahui apa itu omek dan apa itu anti omek, kita tidak langsung menjudge bahwa omek itu buruk dan anti omek itu baik atau sebaliknya. Alangkah bijaknya jika kita menilai kinerja teman-teman kita yang tergabung dalam omek dan duduk di kursi eksekutif maupun legislatif dalam kampus, profesionalkah mereka? atau kita juga bisa melihat kinerja temen-teman kita yang menyebut bahwa dirinya anti omek. handalkah mereka? Allahua'lam :)